Minggu, 08 Mei 2011

Bagaimana Mengusir Rasa Kantuk?

Berhadapan dengan layar komputer saat kerja setiap hari bisa menyebabkan rasa kantuk datang mendera. Kopi mungkin menjadi pilihan favorit untuk mengusir kantuk.


Lantas apakah kopi adalah solusi satu-satunya untuk mengusir kantuk saat bekerja? Ternyata tidak. Bagi yang tidak suka kopi, atau tak bisa minum kopi untuk bisa tetep melek, lakukan langkah mudah dengan keluar dari ruangan dan menghirup udara segar 20 menit. Tindakan ini memiliki efek yang sama dengan minum secangkir kopi.

Berikut ini adalah beberapa tips untuk menghilangkan rasa kantuk.

1. Bangun dari kursi dan berjalan-jalan sejenak
Dalam sebuah studi populer, Robert Thayer PhD, seorang profesor di California State University, bahwa berjalan-jalan bisa mengurangi rasa kantuk. karena dengan berjalan selama 10 menit meningkatkan energi hingga dua jam ke depan. Itu karena saat berjalan, oksigen dipompa melalui pembuluh darah Anda ke otak dan otot.


2. Istirahatkan mata untuk hindari kelelahan
Nongkrong di depan komputer selama berjam-jam dapat menyebabkan mata lelah. Alihkan pandangan dari layar komputer selama beberapa menit untuk membuat mata lebih rileks.


3. Pilih cemilan yang sehat
Cemilan sehat dapat meningkatkan energi lebih lama, seperti :

  • Kacang mentega pada kerupuk gandum atau batang seledri
  • Yogurt dan segenggam kacang-kacangan atau buah segar
  • Baby carrots dengan saus krim keju rendah lemak.
4. Usahakan ngobrol
Jika Anda tidak konsentrasi, ngobrolah untuk membuat pikiran  Anda rileks sejenak.



5. Bikin ruang kerja lebih terang
Lingkungan dengan pencahayaan redup memicu kelelahan. Studi menunjukkan cahaya terang dapat mengurangi kantuk dan meningkatkan kewaspadaan.


6. Tarik nafas dalam-dalam
Menarik nafas yang dalam dapat meningkatkan kadar oksigen darah dalam tubuh. Hal ini memperlambat detak jantung, menurunkan tekanan darah, dan meningkatkan sirkulasi, yang pada akhirnya membantu kinerja mental dan energi.


Ide dari latihan pernafasan adalah untuk menghirup udara ke perut, bukan dada. Anda dapat melakukannya di meja Anda. Duduk tegak, cobalah latihan ini sampai 10 kali
  • Dengan satu tangan di perut Anda tepat di bawah tulang rusuk dan yang lainnya di dada Anda, tarik napas dalam melalui hidung Anda dan biarkan perut Anda mendorong tangan Anda keluar. Dada Anda tidak boleh bergerak.
  • Tarik napas melalui bibir seolah-olah Anda bersiul. Anda dapat menggunakan tangan di perut Anda untuk membantu mendorong udara keluar.

7. Menepilah saat mengantuk ketika mengemudi
Ini cocok buat yang suka nyetir. kalau Anda berada dalam perjalanan panjang, gantilah posisi pengemudi sesering mungkin. Berhenti setidaknya setiap dua jam untuk berjalan-jalan dan mendapatkan udara segar. buka kaca mobil, dengar musik yang keras (suaranya).


8. Melakukan kegiatan lain untuk stimulasikan pikiran
pekerjaan monoton sama berbahayanya karena mengurangi waktu tidur dan menurunkan kewaspadaan. coba lakukan kegiatan yang berbeda, atau kegiatan yang lebih menarik.


9. Minum air
Dehidrasi dapat menyebabkan kelelahan. Pastikan Anda minum banyak air dan makan makanan yang mengandung kadar air tinggi seperti buah dan sayuran.




10. Udara siang mengatur siklus tidur
Cobalah untuk menghabiskan setidaknya 30 menit sehari di bawah sinar matahari alami. (Bagi penderita insomnia, para ahli merekomendasikan untuk tidur pada jam matahari pagi bersinar). Berjalanlah keluar untuk menghirup udara segar sekaligus memulihkan kembali indera Anda.


11. Olahraga
Hasil analisis 70 penelitian pada 2006 yang melibatkan lebih dari 6.800 orang, para ahli dari Universitas Georgia menemukan, olahraga lebih efektif meningkatkan energi dan mengurangi kelelahan di siang hari daripada mengonsumsi obat. Olahraga teratur juga meningkatkan kualitas tidur.

sumber :

Kamis, 05 Mei 2011

Kegiatan Bermanfaat sebelum Mendapat Pekerjaan

Dalam fase pencarian pekerjaan dapat menimbulkan stres karena rasa tertekan. Untuk menghindarinya, jadikan masa pengangguran Anda lebih menyenangkan dengan kegiatan-kegiatan bermanfaat berikut ini.

Seperti dikutip dari Career-advice.Monster, beberapa kegiatan ini juga dapat menunjang karir Anda nantinya.

Mempelajari bahasa
Bahasa internasional kedua setelah bahasa Inggris adalah bahasa Mandarin. Dengan mampu menguasai beberapa bahasa internasional, Anda memiliki nilai plus yang dicari oleh perusahaan-perusahaan besar. Jadi, mulailah mengikuti kelas bahasa untuk mengisi kekosongan Anda.

Jason Seiden, seorang konsultan karir dan penulis 'Super Staying Power: What You Need to Become Valuable & Resilient at Work' menjelaskan, mempelajari bahasa membutuhkan waktu untuk bisa menggunakannya secara lancar. Tapi setidaknya, Anda menunjukkan keinginan untuk maju dengan mempelajari hal-hal baru.

Mengikuti seminar-seminar
"Saya pun mengikutinya dan saya mendapat banyak pelajaran dari sana. Belajar bekarja dengan tim dan berbagai karakteristik orang dan saya menjadi mampu untuk memecahkan suasana tegang dengan orang-orang baru," tutur Seiden.

Menjadikan hobi sebagai bisnis
Menyukai masak atau menguasai alat musik? Jadikan hobi Anda sebagai bisnis Anda. Dalam masa Anda menunggu panggilan kerja, daripada bermalas-malasan, lebih baik kerjakan sesuatu yang lebih kreatif. Jika Anda hobi masak, Anda bisa menjual makanan di depan rumah atau menitipkannya di warung dekat rumah Anda. Apabila Anda hobi bermusik, Anda bisa menjadi salah satu home band di restoran miliki teman Anda.


Multi Level Marketing (MLM)
Sementara belum mendapatkan pekerjaan yang pasti, Anda dapat menjadi MLM untuk mendapatkan penghasilan sementara. Anda bisa menjadi distributor untuk menawarkan produk ke tetangga, teman atau saudara.

sumber:

Keuntungan Memiliki Hewan Peliharaan




Banyak cara untuk hidup lebih sehat. Salah satunya adalah dengan memiliki hewan peliharaan. Dengan merawat binatang, kehidupan Anda bisa lebih berkualitas, bukan hanya dalam hal kesehatan fisik tetapi juga psikis.



Jika Anda belum pernah memiliki binatang peliharaan, tidak ada salahnya untuk mencoba. Seperti dilansir dari Woman's Day, ada lima manfaat bisa Anda dapatkan.



1. Mengurangi stres



Penelitian yang dilakukan tim dari State University of New York, menemukan bahwa ketika seseorang melakukan pekerjaan yang penuh tekanan, kadar stresnya berkurang saat ditemani hewan peliharaannya. Hal ini jika dibandingkan ditemani dengan pasangan, teman dekat, atau anggota keluarga lain.




2. Menurunkan tekanan darah



Memiliki hewan peliharaan juga berpotensi untuk menurunkan tekanan darah, terutama pada pasien hipertensi. Hal itu menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat. 



"Jika ada hewan peliharaan di sekitar Anda, tekanan darah bisa menurun," kata Marty Becker, penulis buku "Your Dog: The Owner’s Manual".


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqehv_KjufDaxP5EXti5JhnGTp9W7NEzLFGyRov9CTkQbYHltLwL3MY_9Om3xp4oDzN56N4CHCVZAAbXp3JC3TZWyMW6RB0eq8zYOTeBQ_OgVle9_VEvefNG5lcPnHKAvEOYkcmLGRqRk/s1600/pets.jpg



3. Mengurangi rasa sakit



Percaya atau tidak, binatang adalah obat pereda rasa sakit terbaik. Terutama bagi orang yang mengalami migrain atau nyeri otot kronis. “Seperti Valium, memiliki hewan peliharaan bisa mengurangi kecemasan. Kegelisahan berkurang berarti rasa nyeri berkurang," kata Becker. 




4. Menurunkan kolesterol



Menurut CDC, memiliki hewan peliharaan, membuat jantung lebih sehat karena bisa menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Diketahui bahwa pria yang memiliki hewan peliharaan, level trigliserida (lemak) dan kolesterolnya lebih rendah dibandingkan pria yang tidak memiliki hewan peliharaan.




5. Mencegah stroke



“Jika Anda memiliki kucing, risiko serangan jantung berkurang hingga 30 persen. Lalu risiko stroke bisa berkurang hingga 40 persen," kata Dr. Becker. Bukan hanya itu, hewan peliharaan juga bisa membantu pemulihan pasien yang terkena serangan jantung.



Menurut Becker, jika seseorang pernah mengalami serangan jantung dan memiliki hewan peliharaan, kemungkinan hidupnya delapan kali lebih besar

sumber :

Sabtu, 30 April 2011

Kenapa Masih Ngantuk walau Sudah Tidur Lama?


Jika Anda sudah tidur berjam-jam tapi masih terasa ngantuk, maka Anda perlu mewaspadai adanya penyakit di dalam tubuh. 



Rasa kantuk merupakan tanda yang diberikan tubuh agar orang beristirahat, yang biasanya datang di malam hari atau saat merasa lelah.

Namun kondisi tertentu dapat membuat orang selalu merasa ngantuk, bahkan di waktu kerja. Apa penyebabnya? Berikut beberapa penyebab yang membuat orang selalu mengantuk sepanjang hari:

1. Anemia (kurang darah)

Anemia merupakan penyebab utama rasa kantuk sering datang. Kekurangan darah menyebabkan kurangnya zat besi, sel darah merah yang diperlukan untuk membawa oksigen ke jaringan dan organ tubuh pun berkurang, sehingga menyebabkan orang sering merasa ngantuk.

2. Hipotiroid (menurunnya produksi hormon tiroid)

Tiroid adalah kelenjar kecil di dasar leher, yang berfungsi mengontrol metabolisme dan kecepatan mengubah bahan bakar menjadi energi. Ketika kelenjar kurang aktif dan fungsi metabolisme terlalu lambat, orang bisa merasa badan lesu dan selalu mengantuk.

3. Diabetes

Glukosa adalah bahan bakar dari energi yang dilepaskan dalam sel-sel karena adanya oksigen. Orang dengan diabetes tipe-2 memiliki tingkat glukosa darah yang tinggi, karena tubuh tidak dapat menggunakan glukosa ini untuk menyediakan energi. Oleh karena itu, individu dengan diabetes tipe-2 mengeluh merasa lelah dan mengantuk sepanjang waktu.

4. Dehidrasi

Kelelahan dan kantuk bisa merupakan tanda dehidrasi. Segeralah cukupi kebutuhan air dalam tubuh agar selalu merasa segar dan bersemangat.

5. Depresi

Depresi bukan hanyan gangguan emosi tetapi juga banyak berkontribusi untuk gejala fisik. Kelelahan, selalu mengantuk, sakit kepala dan kehilangan nafsu makan adalah salah satu gejala yang paling umum pada orang yang mengalami depresi.

6. Gangguan tidur

Gangguan tidur seperti sleep apnea dan insomnia juga dapat menyebabkan perasaan kelelahan dan kantuk terus-menerus. Tidur digunakan untuk memfungsikan tubuh kembali, sel-sel tubuh memperbaiki dan meremajakan diri. 




Sementara pada orang yang menderita kurang tidur karena insomnia, sleep apnea, maka sistem pernapasan akan terhambat sehingga sering menyebabkan kelelahan dan kantuk.

7. Penyakit jantung

Ketika mudah merasa lelah dan mengantuk dalam melakukan kegiatan sehari-hari, sebaiknya Anda harus memastikan bahwa jantung Anda dalam keadaaan yang baik, karena selalu mengantuk bisa jadi pertanda awal penyakit jantung.

8. Sindrom kelelahan kronis

Lelah biasanya segera hilang saat dibawa istirahat. Tapi untuk sindrom kelelahan kronis (chronic fatigue syndrome), lelah tidak cepat hilang dan biasanya ditandai dengan kelesuan, mengantuk, lekas marah, nyeri otot dan dalam beberapa kasus terjadi hilangnya memori.



sumber :

Pencahayaan Alami dalam Rumah

Krisis energi yang dialami oleh negara kita saat ini mengakibatkan kurangnya energi listrik. Lebih dari 60 % energi listrik dikonsumsi oleh permukiman. Menyikapi hal ini, kita perlu mengedepankan penghematan energi. Ketika mendesain rumah, hemat energi juga perlu dipertimbangkan. Salah satu cara menghemat energi adalah mengurangi konsumsi listrik untuk penerangan di siang hari, sehingga tidak boros listrik. Keuntungan lainnya adalah penghematan ini juga menghemat dana sewa listrik. Langkah yang perlu diambil adalah memaksimalkan pencahayaan alami (dari cahaya matahari).

Cahaya matahari yang datang melalui jendela banyaknya ditentukan oleh besar dan bentuk jendelanya. Besarnya jendela perlu diperkirakan untuk mencukupi kebutuhan cahaya matahari. Bentuk jendela memanjang keatas menyebabkan cahaya masuk cukup banyak, namun distribusi cahayanya kurang baik. Bentuk jendela memanjang kesamping lebih efektif untuk memberikan pencahayaan optimal.
Disamping itu, penutup jendela juga memberi kontribusi pada gelap terang suatu ruangan. Sebaiknya, jendela memiliki tirai, atau penutup lain yang dapat diatur sehingga tingkat terang dan gelap dalam ruangan dapat diatur pula.
Bahan penutup jendela juga berperan dalam masuknya pencahayaan. Kaca bening adalah bahan terbaik untuk meneruskan cahaya kedalam ruangan, meneruskan cahaya hingga 90%. Kaca berwarna dapat mengurangi cahaya yang masuk menjadi sangat kecil hingga 10%, misalnya kaca hitam. Bahan buram seperti plastik, kaca buram atau fiber glass putih juga menyerap cahaya hingga hanya 30%. Artinya, semakin bening
kacanya, semakin dapat meneruskan cahaya kedalam. Untuk ruang yang tersembunyi atau kurang pencahayaannya, lebih baik tidak memakai kaca berwarna atau buram.
Selain bahan penutup jendela, bahan lain yang perlu dipertimbangkan adalah finishing tembok, warna perabot, langit-langit dan lantai. Pada dasarnya warna terbaik untuk memantulkan cahaya adalah warna putih, sehingga tembok berwarna putih sangat baik untuk meminimalkan pencahayan buatan. Warna hitam adalah warna terburuk untuk memantulkan cahaya, sehingga ruangan lebih gelap. Warna-warna pastel sering dipilih karena cukup baik memantulkan cahaya dan kesan ruangan menjadi hangat.

Perabot juga perlu mendapat perhatian dengan warna sesuai. Warna perabot yang muda, seperti warna pastel, akan membantu memantulkan cahaya lebih baik sehingga pencahayaan alami lebih efektif. Untuk ruangan yang sempit dan agak gelap, perabot berwarna muda akan membantu memaksimalkan pencahayaan.

Di perkotaan, karena seringkali ruang-ruang tidak mendapatkan sinar matahari langsung, maka pencahayaan banyak bergantung pada pantulan cahaya dari permukaan tanah, perkerasan atau dari bangunan sekitarnya. Bila hal ini terjadi langkah yang perlu diambil adalah memaksimalkan pantulan dari perkerasan atau tanah tersebut menggunakan bahan yang memantulkan cahaya dengan baik, misalnya warna putih untuk perkerasan yang memantulkan cahaya (memantulkan cahaya hingga 70%). Rumput tidak terlalu bagus untuk memantulkan cahaya (hanya 6%). Hal ini perlu dikonsultasikan dengan arsitek yang menangani desain rumah.
sumber:

Kamis, 28 April 2011

Manfaat Dibalik Kelelahan

STUDI dalam beberapa tahun terakhir semakin mengukuhkan bahwa berjalan tergopoh-gopoh dan bukan jalan santai memang memberi banyak manfaat bagi kesehatan kita. Inilah sembilan manfaat yang dapat diperoleh dari aktivitas jalan kaki.

(1) Serangan Jantung.
Pertama-tama tentu menekan risiko serangan jantung. Kita tahu otot jantung membutuhkan aliran darah lebih deras (dari pembuluh koroner yang memberinya makan) agar bugar dan berfungsi normal memompakan darah tanpa henti. Untuk itu, otot jantung membutuhkan aliran darah yang
lebih deras dan lancar. Berjalan kaki tergopoh-gopoh memperderas aliran darah ke dalam koroner jantung. Dengan demikian kecukupan oksigen otot jantung terpenuhi dan otot jantung terjaga untuk bisa tetap cukup berdegup.

Bukan hanya itu. Kelenturan pembuluh darah arteri tubuh yang terlatih menguncup dan mengembang akan terbantu oleh mengejangnya otot-otot tubuh yang berada di sekitar dinding pembuluh darah sewaktu melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu. Hasil akhirnya,
tekanan darah cenderung menjadi lebih rendah, perlengketan antarsel darah yang bisa berakibat gumpalan bekuan darah penyumbat pembuluh juga akan berkurang.

Lebih dari itu, kolesterol baik (HDL) yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat dengan berjalan kaki tergopoh-gopoh. Tidak banyak cara di luar obat yang dapat
meningkatkan kadar HDL selain dengan bergerak badan. Berjalan kaki tergopoh-gopoh tercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi tinggal separuhnya.

(2). Stroke.
Kendati manfaat berjalan kaki tergopoh-gopoh terhadap stroke pengaruhnya belum senyata terhadap serangan jantung koroner, beberapa studi menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tengok saja bukti alami nenek-moyang kita yang lebih banyak melakukan kegiatan berjalan kaki
setiap hari, kasus stroke zaman dulu tidak sebanyak sekarang. Salah satu studi terhadap 70 ribu perawat (Harvard School of Public Health) yang dalam bekerja tercatat melakukan kegiatan berjalan kaki sebanyak 20 jam dalam seminggu, risiko mereka terserang stroke menurun duapertiga.

(3). Berat badan stabil.
Ternyata dengan membiasakan berjalan kaki rutin, laju metabolisme tubuh ditingkatkan. Selain sejumlah kalori terbuang oleh aktivitas berjalan kaki, kelebihan kalori yang mungkin ada akan
terbakar oleh meningkatnya metabolisme tubuh, sehingga kenaikan berat badan tidak terjadi.

(4). Menurunkan berat badan.
Ya, selain berat badan dipertahankan stabil, mereka yang mulai kelebihan berat badan, bisa diturunkan dengan melakukan kegiatan berjalan kaki tergopoh-gopoh itu secara rutin. Kelebihan
gajih di bawah kulit akan dibakar bila rajin melakukan kegiatan berjalan kaki cukup laju paling kurang satu jam.

(5). Mencegah kencing manis.
Ya, dengan membiasakan berjalan kaki melaju sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit, ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive & Kidney Diseases).
Sebagaimana kita tahu bahwa kasus diabetes yang bisa diatasi tanpa perlu minum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin berkala. Selama gula darah bisa terkontrol hanya dengan cara bergerak badan (brisk walking), obat tidak diperlukan. Itu berarti bahwa berjalan kaki tergopoh-gopoh sama manfaatnya dengan obat antidiabetes.
(6). Mencegah osteoporosis.
Betul. Dengan gerak badan dan berjalan kaki cepat, bukan saja otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Untuk metabolisme kalsium, bergerak badan diperlukan juga, selain butuh paparan cahaya matahari pagi. Tak cukup ekstra kalsium dan vitamin D saja untuk mencegah atau memperlambat proses osteoporosis. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dari ancaman
osteoporosis. Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium,
sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang.

(7). Meredakan encok lutut.
Lebih sepertiga orang usia lanjut di Amerika mengalami encok lutut (osteoarthiris) . Dengan membiasakan diri berjalan kaki cepat atau memilih berjalan di dalam kolam renang, keluhan nyeri encok lutut bisa mereda. Untuk mereka yang mengidap encok lutut, kegiatan berjalan kaki perlu dilakukan berselang-seling, tidak setiap hari. Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada sendi untuk memulihkan diri. Satu hal yang perlu diingat bagi pengidap encok tungkai atau kaki: jangan
keliru memilih sepatu olahraga. Kita tahu, dengan semakin bertambahnya usia, ruang sendi semakin sempit, lapisan rawan sendi kian menipis, dan cairan ruang sendi sudah susut. Kondisi sendi yang sudah seperti itu perlu dijaga dan dilindungi agar tidak mengalami goncangan yang berat oleh beban bobot tubuh, terlebih pada yang gemuk.

Bila bantalan (sol) sepatu olahraganya kurang empuk, sepatu gagal berperan sebagai peredam goncangan (shock absorber). Itu berarti sendi tetap mengalami beban goncangan berat selama berjalan, apalagi bila berlari atau melompat. Hal ini yang memperburuk kondisi sendi, lalu
mencetuskan serangan nyeri sendi atau menimbulkan penyakit sendi pada mereka yang berisiko terkena gangguan sendi.

Munculnya nyeri sendi sehabis melakukan kegiatan berjalan kaki, bisa jadi lantaran keliru memilih jenis sepatu olahraga. Sepatu bermerek menentukan kualitas bantalannya, selain kesesuaian anatomi kaki.
Kebiasaan berjalan kaki tanpa alas kaki, bahkan di dalam rumah sekalipun, bisa memperburuk kondisi sendi-sendi tungkai dan kaki, akibat beban dan goncangan yang harus dipikul oleh sendi.
(8) Depresi.
Ternyata bergerak badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu pasien dengan status depresi. Berjalan kaki tergopoh-gopoh bisa menggantikan obat antidepresan yang harus diminum rutin. Studi ihwal terbebas dari depresi dengan berjalan kaki sudah dikerjakan lebih 10 tahun.
(9). Kanker juga dapat dibatalkan muncul bila kita rajin berjalan kaki, setidaknya jenis kanker usus besar (colorectal carcinoma).


Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan peristaltic usus, sehingga buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan pula oleh tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga menyebutkan peran berjalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena kanker payudara.
reposted from:

Rabu, 27 April 2011

Penumpukan barang di rumah? It's a big NO!

Rumah adalah istana buat kita. Tapi, apakah akan tetap menjadi sebuah istana jika banyak barang yang menumpuk disana. Jika itu terjadi, istana kita telah menjelma menjadi sebuah,, gudang! yap, sebuah gudang yang berisi tumpukan barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi karena terlupakan dengan barang-barang yang baru. Masih maukah anda jika istana yang kita miliki disihir menjadi sebuah gudang? Inilah beberapa saran yang dapat berguna untuk mencegah hal tersebut terjadi.


1. Pakaian 
image source
Akui saja, belanja pakaian memang menyenangkan. Karena itu bisa dibilang, pakaian merupakan benda nomor satu yang cepat membuat rumah sumpek. Apalagi jika Anda ibu rumah tangga yang punya beberapa anak. Buat Anda yang punya anak balita, cek  lemari buah hati Anda 3 bulan sekali. Keluarkan baju-baju yang sudah tidak muat lagi. sedangkan untuk lemari Anda, pastikan untuk membuang baju-baju yang dalam tiga bulan ini tidak Anda pakai sama sekali. Yang pasti, keluarkan baju yang sudah tidak  muat, jangan tetap menyimpannya dengan harapan suatu saat akan muat kembali. 

2. Sepatu dan Tas
Baca kembali alasan nomor satu!
image source


3. DVD, CD, VCD 
image source
image source
Berapa banyak rak CD yang ingin Anda letakkan di rumah? Tentukan batasan. Cukup letakkan dua rak CD di dekat televisi atau stereo set Anda. Jika CD,DVD, atau VCD Anda sudah melebihi kapasitas rak. Buanglah beberapa. Jangan berpikir Anda akan kembali menonton film yang sudah Anda tonton. Bisa dipastikan kejadian tersebut sangat jarang atau hampir tidak mungkin terjadi. 

4. Buku, Majalah, Koran
Semua orang rata-rata membaca novel hanya sekali. Koran, jelas sekali hanya berlaku untuk dibaca pada hari tersebut. Majalah, tidak akan dibaca kembali jika sudah lebih dari satu bulan. Gunting saja dan kliping bagian-bagian yang Anda rasa perlu dibaca kembali seperti resep atau tips, tapi tidak perlu menyimpan seluruh bagian dari koran atau majalahnya di rumah Anda. 
source
source




5. Bahan Makanan/Makanan
Iseng di supermarket, beli saus teriyaki. Berharap suatu saat akan menggunakannya untuk masak. Akhirnya berbulan-bulan sampai kadaluarsa tidak terpakai. Khusus untuk kulkas, cek kulkas Anda setiap pekan. Pastikan tidak ada makanan atau benda yang 
sudah expired atau busuk. Untuk lemari dapur, inspeksi lemari Anda paling tidak tiga bulan sekali. 

6. Obat dan Kosmetik
Obat mata harus dibuang dua minggu setelah pertamakali dibuka. Sedangkan untuk kotak obat, sebaiknya dicek setiap bulan untuk melihat tanggal kadaluarsa. Untuk produk kosmetik, rata-rata pembelian kosmetik banyak yang hanya berakhir tak terpakai di lemari. Coba cek berapa banyak bodylotion yang Anda beli dan berujung tak terpakai. Maskara atau eyeshadow paling lama harus dibuang setelah enam bulan. 

7. Mainan
source
Bongkar boks mainan etiap tahun dan keluarkan benda-benda yang sudah tidak menarik lagi bagi Anda. Tanamkan pada Anda bahwa mainan yang tidak ia mainkan secara reguler akan dibuang. 

8. Pemberian yang Tidak Disukai
Jangan memaksakan diri. Jika Anda tidak suka dress berenda dengan motif bunga-bunga pemberian tante Anda, jangan simpan benda tersebut. Begitu juga dengan asesoris mobil bentuk boneka dari teman yang tak akan Anda gunakan sampai kapanpun. Apa gunanya disimpan?


Mengeluarkan barang dari rumah atau lemari Anda bukan berarti menyia-nyiakan atau membuang. Benda-benda tersebut bisa lebih berguna jika Anda memberikan kepada orang yang lebih membutuhkan/menyukai atau memberikannya untuk amal. Untuk apa menumpuk sarang debu debu di rumah Anda jika benda tersebut bisa berguna untuk orang lain bahkan bisa membuat orang tersebut bahagia?

sumber: